Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Lampung telah mencapai lebih dari 84 persen. Hasil sensus akan menjadi basis penting untuk membaca perubahan struktur usaha dan ekonomi daerah.
BANDAR LAMPUNG — Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung mencatat progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 84,52 persen hingga 7 Agustus 2026.
BPS Lampung menekankan pendataan tersebut penting untuk menghasilkan data berkualitas yang dapat digunakan dalam proses perumusan kebijakan.
Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti strategis karena struktur kegiatan usaha berubah cepat dalam satu dekade terakhir.
Perdagangan digital, bisnis berbasis rumah, marketplace serta pola distribusi baru membuat sebagian aktivitas ekonomi tidak lagi tergambar cukup akurat jika hanya menggunakan basis data lama.
Secara nasional, Sensus Ekonomi dilakukan kembali setelah pelaksanaan sebelumnya pada 2016.
Bagi Lampung, kualitas data akan menentukan kemampuan pemerintah memetakan sektor yang tumbuh, sebaran UMKM, skala usaha serta kebutuhan infrastruktur ekonomi.
Data juga penting bagi perencanaan investasi.
Pemerintah dapat mengetahui konsentrasi kegiatan usaha dan daerah yang memiliki potensi tetapi belum memperoleh dukungan memadai.
Tantangan utama sensus adalah menjangkau seluruh pelaku usaha dan membangun kepercayaan bahwa data individu dilindungi.
BPS menegaskan hasil yang dipublikasikan merupakan data agregat, bukan informasi individual pelaku usaha.
Dengan progres 84,52 persen, tahap akhir pendataan menjadi krusial.
Kelompok usaha yang belum tercatat berpotensi justru berada pada sektor informal yang penting dalam menggambarkan ekonomi riil.
Hasil Sensus Ekonomi nantinya perlu diterjemahkan pemerintah daerah menjadi kebijakan konkret, bukan berhenti sebagai statistik.